Hits: 50

Assalamualaikum..

Bolehkan Memberontak kepada penguasa/pemerintah muslim yg sudah taqlid buta, yang taqlid butanya melebihi non muslim. Dan yang sudah termakan Oleh progam-progam orentalis yahudi dan nasrani.??

Jawab Sangat di bolehkan dan di anjurkan memberontak kepada mereka.

Sebelum saya melanjutkan tulisan diatas saya ingin pembaca, membaca tulisan saya mengenai yang di maksut ulil Amri. Berikut ini linknya:

Tafsir Qs Annisa Ayat 59

Dalam Qs Annisa 59 Tersebut memang kita di suruh mentaati pemimpin. Namun yang di maksut Allah dalam ayat tersebut mentaati selama pemimpin Tersebut berpegang teguh kepada sariat islam, karena tidak mungkin dan sangat mustahil Allah menyuruh taat kepada pemimpin/penguasa yang zalim, seperti mungkin pemimpin/penguasa tersebut Orang kafir, atau pemimpin/penguasa dalam negara yaitu presiden tersebut tidak berpegang teguh kepada sariat islam, lebih ngutamakan progam-progam orentalis yahudi dan nasrani ketimbang petunjuk Alqur’an, atau pemimpin/penguasa dalam agama Seperti Ulama-ulama atau istilah sekarang Ust Suu, maka tidak patut kita taati. Kalau perlu kita memberontak kepada mereka.

Mungkin pembaca akan gagal faham nenyikapi kata “memberontak” yang saya maksut, memberontak yang saya maksut bukan berarti kita tidak setuju dengan pemimpin/penguasa baik dalam agama maupun negara lalu kita bom mereka, atau kita tembak kepala pemimpin tersebut. Bukan seperti itu, memberontak yg saya maksut adalah sebagai bentuk protes yang sangat keras.

Karena secara logika tidak mungkin kita seorang diri mau memberontak tidak setuju lalu mau mengebomnya atau membunuhnya, ini bertentangan dengan sariat islam.

Adapun Hadits ada yang mengatakan bahwa melarang memberontak. Seperti yang di jelaskan Ust-ust Manhaj salaf di dakwah sunah itu juga bermakna larangan memberontak, seperti yang saya maksut diatas hanya beda cara bicaranya namun maknanya sama.

comments

tags:

Populer Posts