7 Safar 1440 H

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Kategori Psikolog
Di lihat 179 kali

Hits: 21

Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, sedangkan belajar sesudah besar bagai melukis di atas air. Mungkin kita sering mendengar kata bijak tersebut saat masih duduk di bangku sekolah. Kata bijak tersebut memang sangat bermakna sekali yang menggambarkan arti belajar yang sangat di perlukan saat kita masih dini.

Berbeda dengan kondisi kita saat ini, mungkin bagi kita yang sudah menikah, maka pastinya kita sudah terlalu sibuk untuk mencari uang untuk keluarga, yang sudah remaja maka mungkin sudah sibuk mencari pekerjaan serta masih banyak hal yang lainnya. Beda halnya jika kita masih kecil, maka tidak ada kesibukan yang begitu serius selain bermain dan bermain. Yah, tentu saja saat kita masih kecil, hal utama yang kita lakukan adalah bermain dengan teman sampai sore hari.

Nah, kembali ke kata bijak belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, sudah saatnya kita melek pendidikan untuk anak – anak kita, mulai dari mendaftarkannya di PAUD, TK, SD, SMP, SMA serta pendidikan yang lainnya. Mendidik mereka sejak dini sama artinya kita mempersiapkan masa depan si kecil agar lebih siap dalam menghadapi dunia yang saat ini semakin berkembang.

Namun kami sarankan untuk tidak meninggalkan ilmu agama tentunya kita yang beragama islam untuk belajar mengaji, belajar sholat dan ilmu agama islam lebih dalam lagi. Mengapa anak harus di bekali dengan ilmu agama ? Yah, karena anak perlu tahu siapa tuhannya, apa kewajibannya, jika ilmu agama tidak di pelajari, maka bukan hal yang tidak mungkin jika anak kita akan melawan terhadap kita.

Banyak sekali langkah dan cara yang bisa kita tempuh untuk menjadikan anak anak – kita mau belajar sejak dini. Misalnya saja kita mendaftarkannya di PAUD, dengan alasan banyak teman bermain di sana. Atau alasan yang lainnya. Dengan begitu maka anak pastinya akan mau bersekolah. Perlu anda ketahui saat ini dunia pendidikan semakin tidak di minati oleh anak bangsa, bisa kita lihat banyak sekali anak yang putus sekolah, mulai dari alasan ekonomi, alasan malas belajar serta yang lainnya. Padahal kita tahu pendidikan sangat penting untuk sama depannya.

Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas baru, kata bijak yang harus tetap kita jaga, harus kita kembangkan, harus kita pelihara, serta mari kita bersama – sama membangun bangsa Indonesia ini dengan semangat juang 45, agar pendidikan di bangsa kita semakin maju dan berkembang.

Untuk kita yang saat ini sudah memiliki keturunan, maka yuk kita bawa anak – anak kita ke ranah lingkungan agam yang kuat agar tidak terjerumus ke lingkungan yang tidak di inginkan. Mengingat saat ini banyak sekali hal negatif seperti banyaknya peredaran narkoba, pil PCC serta yang lainnya, Mari kita lindungi anak cucu kita mulai saat ini.

Kembali ke kata bijak belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, maka didiklah anak-anak saudara-saudari, muslimin dan muslimah mulai dari bayi hingga dewasa untuk menjadi, seorang yang berahlak baik, seorang yang ramah,seorang yang dermawan, seorang yang penyabar, dan tanamkan hobi membaca dari kecil, baik itu membaca Alqur’an/pun buku keagamaan, jauhkan dari Tv, Hp, Lektop dan sejenisnya. Karena segi mudaratnya atau efeknya sangat buruk bagi anak-anak anda.

Ingat buah jatuh tidak jauh dari pohonnya begitupun manusia anak karakter dan wataknya tidak jauh beda dari orang tuanya, maka bagi para orang tua yang memiliki berbagai sifat buruk segeralah menyadari, jangan sesekali di tunjukkan/di turunkan sifat buruk saudara-saudari kepada anak anda , perbanyaklah menggali ilmu pengetahuan tentang mendidik anak, melalui membaca, mendengar ceramah, melaui browsing di internet dan maupun melalui lainnya.

jangan terlalu menutup diri tidak punya rasa ingin tahu, karena itu akan merugikan anda sendiri kelak ketika anak-anak anda dewasa, jangan merasa sudah ngerti tentang seluk beluk mendidik anak.

Ingat anak adalah amanah dan aset paling berharga untuk anda, anak yang shaleh dan shalehah akan selalu memohonkan ampun kepada Allah untuk anda ketika anda sudah wafat kelak dan pasti doanya ada kemungkinan besar di izabah oleh Allah. Namun jika saudara dan saudari menghasilkan anak yang buruk , sudah buruk ahlaknya, islam Ktp. Maka itu kecelakaan buat anda.

Siapapun saudara-saudari baik anda seorang yang berpendidikan tinggi, guru, dosen, mondok puluhan tahun, dan bertitle lainnya. Semua itu tidak menjamin bahwa saudara dan saudari menguasai ilmunya dalam tata cara mendidik anak dengan baik dan benar, maka dari itu perbanyaklah belajar dan selalu belajar.

Tidak sedikit saya jumpai di masyarakat yang berpendidikan tinggi, namun mendidik anak seperti halnya cara mendidik orang yang tidak berpendidikan tinggi, dan tidak sedikit mayoritas mereka yg tidak menyadari bahwa dirinya telah mendidik tidak benar. Bahkan mungkin jarang ada.

Masih bersambung..

Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, karena saya posisi lagi sibuk, untuk sementara intinya begini:

Jadikanlah pengalaman orang tua kita dahulu dalam tata cara mendidik anak sebagai pelajaran, atau contoh cara mendidik yg tidak benar. Semoga ALLAH subhana Wataala mengampuni atas kesalahanya, dan kita selalu mohonkan ampun kepada ALLAH mungkin itu keterbatasan ketidak taunnya. Aamiin..

comments

tags:

Populer Posts