Assalamualaikum Wr. Wb
 
 
 
Kita memang di doktrin oleh orang tua kita oke saya setuju. tapi tunggu dulu mari di garis bawahi dulu dan mari kita cerna dulu…. Anda tau gak, kalau secara fitrah kita udah muslim sejak lahir jebret?
Jawab : Iya tau.
Bagus jika anda sudah tau dan saya yakin banyak yg tau. Kalau yg gak tau karena tidak mau cari tau dan gak mau tau.
Anda islamkan?
Jabab : Ya
Walaupun belum secara kafah islamnya yg penting anda muslim/islamkan?
Jawab : Ya
Anda percaya dengan Nabi Muhammad sebagai utusan terakhir?
Jawab : Ya percaya.
Anda percaya dengan hadits sahih yg di riwayatkan ulama terdahulu dan sudah di teliti kesahihannya?
Jawab : ya percaya.

Jika yakin dan percaya ini bunyi haditsnya :
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR Bukhari 1296).

Tugas kita sebagai manusia adalah mencari jati diri, makanya setiap manusia dikasih otak buat berpikir lewat tanda-tanda yang Allah kasih. Makanya kita yang muslim nyebut muallaf sebagai “kembali ke fitrah”, karena sejati nya dia kembali ke jati diri nya yang asli.

Contoh saya sendiri sejak kecil. sy terlahirkan dari Kluarga islam yg tekun beribadah namun islamnya belum kaffah atau menyeluruh mereka menganut kepercayaan-kepercayaan yg menyimpang dari sa’riat islam. Hampir seluruh kluarga dan saudara-saudara sy. dari jawa timur, jawa tengah, lampung, banten dan kalimantan semua dr yg berpendidikan tinggi maupun dari yg berpendidikan rendah tanpa kecuali. mereka rata-rata terdoktrin, dan mereka rata-rata semua pasrah dan taqlid dengan doktrinnya itu. (Sebut saja sekarang namanya Ahli bid’ah).

Saya memang terlahir dari keturunan keluarga diatas dan di didik dari kecil dari sebagian kluarga di atas tapi saya berusaha mencari jati diri tanpa mau di doktrin oleh siapapapun, kita kan di beri akal untuk mencerna ibarat memilih antara yg baik dengan yg tidak.
Dan saya sedikitpun tidak mau taqlid dan pasrah mengikuti mereka saya berusaha mencari jati diri dan wawasan islam yg kaffah.

Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan kecuali orang-orang meragukan kekuasaannya,….Allah gak pernah membuat agama lain selain Islam, Hanya orang-orang dhalim lah yang memutar balikkan fakta menjadi agama-agama baru yang beraneka ragam. Itu juga jadi salah satu bukti kekuasaan Allah & salah satu bentuk ujian di dunia untuk makhluknya.
Manusia lahir jebret dimanapun anda lahir dan di agama plintiran apapun gk peduli itu kristen, khatolik, hindu, budha dlln. Anda sudah terlahir sebagai muslim.
Jika kita/anda pasrah dan taqlid tidak mau mencari, berusaha mencari jati diri ketika balig dan dewasa maka doktrin orang tua dan sekitar anda akan makin kuat melekat. Jadi islam bukan warisan islam itu satu-satunya agama Allah dan agama yg di ridhai Allah.

Allah berfirman
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar-Ruum: 30).

Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkannya, tunduk dan patuh kepadanya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan Musrik dan para pelakunya.
Agama Islam bukan warisan tetapi karena hidayah yang Allah berikan kepada yang dikehendaki sesuai dengan ilmu dan hikmah Allah kepada orang yg berusaha mencari jati dirinya.
Buktinya misalnya, Ada orang yang orang tuanya Islam tetapi setelah baligh/dewasa ia malah murtad dan sebaliknya ada yang kedua orang tuanya non-muslim kemudian mendapat hidayah dan menjadi Islam.

Jika islam itu warisan : Nabi Nuh mempunyai anak yang tidak ikut agama islam Nabi Nuh dan Nabi Nuh buktinya tidak bisa mewariskan kepada semua anaknya.
Jika islam itu warisan : buktinya Nabi Ibrahim tidak mendapatkan warisan ajaran bapaknya dan semua kaumnya yang menyembah berhala.
Jika islam itu warisan Nabi adam As dan Siti hawa dapet warisan dari siapa? Dari Allah itu jawaban yg gk logis.

Sebagai bukti keadilan Allah, semua anak dilahirkan di atas fitrah yaitu agama Islam. Meskipun kedua orang tuanya bukan Islam.
Orang tua mereka yang memberi “cap” agama selain Islam. Ini hanya “cap” saja sampai mereka baligh. Jika sebelum baligh/dewasa mereka meninggal maka sebagai bukti keadilan Allah, mereka masuk surga semuanya. Karena memang mereka belum baligh dan belum bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Anak-anak yang belum baligh akan diuji lagi oleh Allah kelak sebagaimana orang buta, tuli dan orang yang memang tidak sampai ajaran Islam pada mereka sama sekali. Adapun jika telah baligh, mereka sudah bisa berpikir dan merenung serta sudah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka sudah bisa memilih dan membedakan mana yang baik dan buruk. Sangat jelas ajaran agama Islam adalah yang paling sesuai dengan fitrah dan logika manusia. Jika mencari agama selain Islam, maka akan merugi.

Allah berfirman :
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS. Ali Imran: 85).

Wallohu alm.

 Dwiwap

comments

Share this...
Share on Facebook
Facebook
0Share on Google+
Google+
0Tweet about this on Twitter
Twitter
0