7 Safar 1440 H

Hits: 56

TELAH KRITIS TENTANG DALIL DARI ORANG-ORANG YANG BERMAZHAB DAN BERTAGLID.

MAZHAB
• aliran mengenai hukum fikih yg menjadi ikutan umat Islam (dikenal empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi, Hambali, Maliki, dan Syafii

TAQLID
• keyakinan atau kepercayaan kpd suatu paham (pendapat) ahli hukum yg sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan

DALIL MEREKA
MENGAPA KITA HARUS BERMADZHAB ATAU BERTAQLID..??

• ALLAH Subhana Wata’ala Menyerukan di dalam Al-Qur’an yang artinya:
• Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (QS. Al-Anbiya’ [21]

• Ayat ini menegaskan bahwa bagi siapa saja yang tidak tahu tentang sesuatu maka bertanyalah kepada orang yang membidanginya.

• Lebih tegas lagi dijelaskan dalam ayat berikut yang artinya:
• Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang yang ingin mengetehui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka. (QS. an-Nisa’ [4]: 83).

• Menurut para ulama, ayat ini menegaskan bahwa orang yang bisa melakukan istinbath (menggali hukum dari sumbernya) hanyalah orang yang memiliki keahlian berijtihad.

• Sementara sejarah berbicara bahwa pada masa kini sudah tidak ditemukan seorangpun yang mencapai posisi mujtahid.
• Bahkan Ibnu Hajar menegaskan, bahwa setelah priode asy-Syafi’i tidak pernah ditemukan lagi seorang mujtahid muthlaq atau mujtahid mustaqil.

ULASAN

TELAAH KRTIS I
• Perintah
• 21/7. Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakan-lah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.

• Keterangan
• 21/8. Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.
• Qs 21:34; 5:75; 25:7; 25:20; 23:51
• 21/9. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

ULASAN
• Tema ayat-ayat Qs 21/7-9
• Penolakan kaum musyrikin terhadap kerasulan Muhammad s.a.w. serta wahyu yang dibawanya dan penolakan Al Qur’an terhadapnya

• Menurut saya ayat Qs 21/7 adalah perintah Allah kepada Rasulullah saw untuk bertanya kepada Ahlikitab (Yahudi dan Nasrani muslim) tentang rasul-rasul yang telah diutus Allah sebelum Rasulullah saw apabila Rasulullah saw tidak mengetahui.

• Kemudian Allah menjelaskan kepada Rasulullah saw bahwa rasul-rasul yang diutus sebelum Rasulullah saw adalah manusia biasa yang memakan makanan dan rasul-rasul itu tidak hidup kekal. Kepada rasulu-rasul tersebut Allah berjanji akan melindungi dan menyelamatkan.

KRITIK
• Jadi ayat-ayat tersebut tidak ada kaitannya dengan perintah untuk bermazhab dan bertaqlid.

TELAAH KRTIS II

• Peringatan
• 4/82. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.
• Qs 28:2; 69:40; 10:37; 16:101

• Berita
• 4/83. Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).Qs 4:59

ULASAN
• Tema ayat-ayat Qs 4/82-83
• Sikap orang-orang munafik dalam menghadapi pepe rangan
• Ayat-ayat diatas sebuah peringatan kepada orang-orang munafik kafir bahwa Al-Qur’an itu benar-benar dari Allah. Apa bila Al-qur’an bukan dari Allah pasi banyak ayat yang bertentangan.
• Jika orang munafik mengetahui kekuatan atau kelemahan kaum muslimin, mereka segera menyebar luaskan kepada musush. Sekiranya orang-orang munafik itu mau menyerhakna kepada rasul dan para pemimpin kaum muslimin untuk mengatasi kelamahan kaum muslimin niscaya rasul dan para pemimpin itu akan mencari penyelesaianya. Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).

KRITIK
• Jadi ayat-ayat tersebut tidak ada kaitannya dengan perintah untuk bermazhab dan bertaqlid.

TELAAH KRITIS III

• Menurut para ulama, ayat ini menegaskan bahwa orang yang bisa melakukan istinbath (menggali hukum dari sumbernya) hanyalah orang yang memiliki keahlian berijtihad

• Sementara sejarah berbicara bahwa pada masa kini sudah tidak ditemukan seorangpun yang mencapai posisi mujtahid.

• Bahkan Ibnu Hajar menegaskan, bahwa setelah priode asy-Syafi’i tidak pernah ditemukan lagi seorang mujtahid muthlaq atau mujtahid mustaqil.

KRITIK
• Tidak ditemukannya seseorang mujtahid muthlaq atau mujtahid mustaqil pada masa kini ada kemungkinan karena banyak umat Islam telah menjadi KORBAN SERANGAN PEMIKIRAN yang dilakukan oleh Orientalis (Yahudi dan Kristen, termasuk uztad, kyai dan ulama. Apalagi pada zaman penjajahan, uztad, kyai dan ulama banyak yang diitimidasi oleh penguasa penjajah. Sehingga program-program Orientalis (Yahudi dan Kristen) mulus tanpa hambatan pelaksanaanya.
• Sekarang zaman modern dimana setiap manusia bebas berfikir. Dengan memanfaatkan tehnologi seperti internet umat Islam bisa belajar lebih luas dan bebas. Tetapi tidak keluar dari koridor al-qur’an dan sunah rasul.
• Peringatan Allah
• Qs 20/100 Barang siapa berpaling daripada Al Qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,

KESIMPULAN
• Bermazhab dan bertaqlit pada kenyataannya menimbulkan perbedaan-perbedaan pendapat.
• Perbedaan-perbedaan pendapat menimbulkan aliran-aliran.
• Aliran-aliran menimbulkan golongan-golongan (firqoh-firqoh).
• Golongan–golongan (firqoh-firqoh) menimbulkan perpecahan umat Islam.

Larangan berpecah belah
• Qs 3/103 Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Memecah belah agama adalah perbuatan syirik.
• Qs 30/30-32 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

Perintah mengikuti petunjuk Al-qur’an dan sunah rasul
• Qs 6/155 Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat,

• Qs 3/31 Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

CATATAN
• Mengikuti pendapat ulama tidak dilarang malah dianjurkan. Tetapi para ulama adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Maka sebagai umat Islam yang cerdas tidak boleh menjadikan pemikiran para ulama tersebut dianggap lebih dapat dipercaya dari pada Al-Qur’an dan sunah rasul. Apalagi kalau tidak jelas sumber dalil baik dari Al-qur’an maupun sunah rasul. Sehingga menimbulkan perbedaan-perbedaan pendapat.
• Semua umat Islam diperbolehkan bersikap kritis. Kritis bukan berarti menolak pendapat orang. Tetapi kritis dalam rangka mencari kebenaran yang sebenarnya.

Perintah untuk memikirkan Al-qur’an.
• Qs 16/44 Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,

Keterangan
• Setiap manusia termasuk kita diperbolehkan untuk memikirkan ayat-ayat Al-Qur’an maskud dan tujuan serta fungsinya.

ALASAN BERSIKAP KRITIS
• Dengan pertimbangan.
• Ditemukannya program-program Orintalis (Yahudi dan Kristen) yang telah dirancang selama berabad-abad dengan tujuan untuk menghancurkan persatuan dan merusak aqidah umat Islam.

• Mereka mengatas namakan para ulama sebagai topengnya. Tetapi setelah saya adakan penelitian dan pengamatan pada dasarnya adalah pemikiran-pemikiran Orintalis (Yahudi dan Kristen) yang disusupkan.

Wallahu’alam

comments

tags:

Populer Posts