Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ مُ عَلَيْكُمْ

Mayoritas 99% seluruh manusia itu Taqlid buta, baik itu yang muslim apalagi yang non muslim/kafir. Baik itu yang berpendidikan tinggi yang bertitle Drs, Fropesor, Dosen, Ust dan sejenisnya Rata-rata mereka semua taqlid buta. Mereka semua rata-rata termakan katanya-katanya.

Tidak ada yang berani menentang terang-terangan kecuali saya. Mereka semua pasrah dan taqlid buta mengakui bahwa agama kesesatan buatan manusia: Hindu, Budha, Kristen, Khatolik dan Konghucu dan sejenisnya itu Seolah-olah Agama Allah.

Apa penyebab itu semua???

Pastikan yang membela orang kafir/non muslim adalah mayoritas dari islam ktp dan Ahli bidah dari kalangan pengikut ormas islam terutama Nu. Setelah saya amati ternyata Pengikut ormas Nu dengan Non muslim tersebut kepercayaannya dan prinsipnya 11-12 dengan mereka. Pantesan rata-rata non muslim yang membela di indonesia rata-rata dari kalangan ahli bidah pengikut ormas Islam Nu.

Dan ironisnya Syah Yang jelas-jelas islam dan bersyahadat malah di kambing hitamkan buat bahan celaan, di pandang sebelah mata, di perangi, di sudutkan dan sejenisnya. Tak nyadar meteka pemahamannya mengadopsi dari paham siah. Padahal mereka hanya dapet dari kebohongan dan katanya-katanya dari si A dan Si B dan seterusnya.

Ironisnya yang muslim (siah) di benci di perangi tapi yang orang kafir non muslim di bela itulah yang terjadi pada saat ini di seluruh Ormas islam. Dan yang tergetol membela non muslim adalah Nu, dan yang benci siah setelah salafi adalah sebagian besar pengikut ormas Nu, gak sadar bahwa mayoritas Paham Nu itu paham siah dan orang-orang Siah menyusup di ormas-ormas mereka. Inilah akibat efek fanatisme dan taqlid buta yang over dosis.

Yang menyampaikan kebenaran di cap pemecah belah, tapi yang jelas-jelas pemecah belah seperti mereka yang mengklaim ngikuti ulama ini dan itu, bermazab ulama ini dan itu, pendiri golongan/ormas islam dan sejenisnya malah di cap sebagai pemersatu umat. Inilah maap pembodohan yg saat ini terjadi, ini semua ulah orang-orang yang berpendidikan tinggi baik itu Drs, frofesor, dosen, ustad, kiay dan sejenisnya.

Sedangkan yang menunjukkan yang Hak malah di cap sebagai pemecah belah umat. Oke jika begitu saya akui saya adalah seorang pemecah belah. Namun kata pemecah belah di sini harus di garis bawahi yaitu pemecah “memecahkan antara hak dengan yang batil/ antara yang benar dengan yang sesat” seperti bidah supaya tidak di campur baurkan seperti saat ini yang seperti di amalkan oleh kalangan orang-orang pengikut ormas islam terutama Nu. Dan agama yang di anut Non muslim bukan agama dari Allah namun agama plintiran iblis yang berkedok manusia yang pada akhirnya ti taqlid-i banyak manusia.

Ironisnya yang taqlid buta atau menyebarkan fanatik buta dan taqlid buta bukan orang-orang awam tapi orang-orang yang berpendidikan tinggi setingkat S1, S2, S3 dan yang bertitle lainnya.

Pada akhirnya yang awam di jeblosin ngikut saja…

Wallohu alm.

comments

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •