Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ مُ عَلَيْكُمْ

Orang yg menutup diri itu sombong dan cenderung tidak mau mendengarkan opini maupun ide yang dianggapnya bertentangan dan tidak punya rasa penasaran atau rasa ingin tahu akan ilmu pengetahuan lainnya yg di luar dr yg di ketahuinya.

jika seseorang itu tidak menyombongkan dan menutup diri dan merasa pengetahuannya luas mereka selalu punya rasa ingin tahu dan penasaran dan haus akan ilmu pengetahuan dab wawasan mereka akan selalu berusa menggali ilmu pengetahuan dari berbagai sumber dan mereka tidak akan mudah percaya sebelum terbukti kebenaran intinya mereka gk muday taqlid buta dan fanatik buta seperti mayoritas pengikut islam Golongan.

Dan orang bodoh di dunia nyata saya amati bagi mereka yg mempertahankan keawamannya dan kebodohan yg tidak mereka sadari, jika di kasih tahu atau di beri nasihat dia akan menyombongan dan memalingkan (bisa kita lihat dari bahasa muka, mulut dan mata atau bahasa tubuh.

Orang2 bodoh di dunia maya umumnya banyak saya jumpai ngeyel, suka nunjukin pembodohan atau bodohin diri, mereka mayoritas mempertahankan keegoan dan keras kepalanya dalam pembodohan nya.

“pembodohan atau bodohin diri” yang di maksut disini! Begini pembaca jangan gagal faham dulu.

Kata2 itu bukan sombong atau berbangga diri. Itu sebuah replek. Contoh sedikit apa yg anda tulis atau di kasih taukan keorang lain itu mugkin/sudah ada di luar kepala yg anda kasih tau, atau anda menyodorkan tulisan yg sm dgn org lawan diskusi anda namun beda bahasa tapi artinya sama. Ataupun mungkin di dunia nyata anda di nasehati seseorang lalu selisih berapa bln kata2 yg di nasehatkan kpd anda, anda ambil alih, dan sedikit di rubah kata2 nya namun tetep dlm arti yg sama, lalu pada suatu hari anda sodorkan kpd org yg awal menasehati anda. Dan masih banyak lagi contohnya pembodohan atau bodohin yg sy maksut, sy susah untuk menuliskannya. Namun mungkin org di dunia nyata jika menemukan orang yg sedang membodohin diri atau sok pinter atau sejenisnya ada diantara mereka yg merendahkan diri cukup senyum, atau ada cara lain…itu tergantung sifat orangnya.. Kalau sy terkadang diam saja tapi terkadang jika sdh terjebak atau di pancing maka sy nunjukin kempuan saya.. Dan pembodohan atau bodohin diri jg bukan hanya kepake dalam seperti hal yg sy maksut di atas, masih banyak lagi contoh bodohin diri itu. bodohin diri itu sangat banyak seperti: menyudutkan ngatain belajar dari google, atau Tulisan copas, atau kamu wahabi.. Sedikit penjelasan kepada orang2 mengecap dikit2 google, dikit2 wahabi ini di sebut termasuk dlm kategori membodohin diri yang sangat parah Karena si penuduh maling teriak maling alias munafik, kalau kita mau berpikir luas, seorang penulis, dan bahkan seorang ahli sastra saja tidak luput dari copas hasil google/search, seorang dosen dan perguruan tinggi pun tidak luput dari yg namanya google/search, namun anda perlu tahu hasil search nya itu tdl akan di telennya mentah-mentah namun itu hanya buat bahan bahasan atau repensi, mungkin melalui tulisan yg di copas itu mereka punya ide untuk mengkritiknya atau mungkin meluruskannya dengan kata2 pemahaman yg benar yg sesuai dua petunjuk tanpa terselip taqlid buta dan fanatik buta. Ini hanya sebagian contoh seseprang yg bodohin diri sebenernya sangat banyak contoh nya namun sy rasa sudah cukup untuk bahan renungan.

Bagi yg hobi menggali ilmu mereka selalu punya rasa ingin tahu dan penasaran contoh kecil jika anda naik motor mungkin di dpn anda ada mobil lalu ada link web nya atau di sekitar jalan ada sepanduk bertulisan web, jika anda tidak menutup diri pasti anda memiliki rasa ingin tau dan penasaran. Pasti dalam benak anda apa sih isi dlm web itu. Lalu anda akan berusaha melihat informasi2 isi dlm web itu dan masih banyak lg contohnya.

Namun tidak banyak sy jumpai orang yg punya prinsip seperti yg sy maksut. mayoritas mereka menutup diri dari yg di smpaikan org lain, rata2 mereka sombong sok pinter, sok cerdas padahal di nilai dari segi bahasa ‘mental’ mereka bodoh. dan wawasan pengetahuan hanya sebatas kata si A dan si B dan seterusnya sekalipun mereka berpendidikan tinggi krn apa? Karena mereka condong menutup diri dari ilmu pengetahuan, agama, tehnologi maupun lainnya dr yg di sampaikan orang yg mungkin bagi mereka di anggap tidak pantas menyampaikan. Akhirnya mereka mempertahankan taqlid butanya kepada suatu paham pendapat ahli hukum tertentu

comments

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •