Motto

Hits: 212

Sesama muslim adalah saudara.

Mari kita bersatu dengan tujuan untuk menegakkan kalimat Allah, keadilan, memperjuangan kebenaran dan menyambung serta merajut tali persaudaraan diantara kaum muslimin, tanpa melihat kelompok, golongan, sekte, mazhab, dan manhaj (Namun bukan berarti mengingkari mereka). Dan juga bukan berarti menyetujui mayoritas mereka untuk bergolong-golongan, bermazab ulama ini-itu, bermanhaj ini-itu, bertaqlid buta terhadap ulama ini-itu, berfanatik buta terhadap ulama ini-itu dan sejenisnya. Semua itu tidak ada perintah nya dari Allah maupun rosul yang ada seperti dalam QS di bawah ini:

Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta ulil amri diantara kalian. Jika kalian berselisih dalam suatu hal, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-nya. Jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir.Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (QS. An Nisa: 59).

Kita semua umat islam beriman kepada Tuhan yang sama, Nabi yang sama, Kitab yang sama, Tujuan yang sama dan keimanan yang sama. Mari berprinsip tanpa ada kefanatikan.

Maka dari sini saya mengajak..!!!
Jika ada perbedaan pendapat dimanapun saudara berada mari kita kembalikan ke 2 petunjuk yaitu Alqur’an dan hadits yang bersumber dari Qur’an.

Jangan di kembalikan ke dalam kebanyakan orang atau katanya-katanya nanti di sesatkan. Selama kita berpegang Erat kepada kedua petunjuk tersebut maka kita semua Insyaallah tidak Akan tersesat Selama-lamanya. Pedoman kita Adalah Alqur’an Dan Alhadits, bukan Pancasila dan UUD 1945 atau sejeninya.

Allah berfirman:
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allâh. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persanggkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira saja. Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk. (Al-An’am/6:116-117).

Mari kita bersuci tangan dari Ustad, Kiay, dan ulama-ulama yg menciptakn tuhan-tuhan palsu yang mengajak masyarakat-masyarakat menyembah mereka, mengikuti mereka dan memberi wewenang untuk mengharamkan yang halal Dan menghalalkan yang haram yang kita sembah adalah Hanyalah Allah Subhana Wataala Tuhan semesta Alam.

Dan nabi kita adalah Nabi muhamad SAW yang melanjutkan tugas para nabi dan Rasull sebelumnya. Kita beriman kepada nabi muhamad, kita beriman kepada nabi musa, kita beriman kepada nabi brahim, kita beriman kepada nabi Isa dan dan kita beriman kepada seluruh nabi tanpa membeda-bedakan.

Pedoman kita adalah Alquran dan Hadits, Riwayat-riwayat dari ulama terdahulu maupun terbaru entah Itu dari sexte Syiah atau Sekte lainnya atau dari islam golongan apapun selagi sejalan dan sesuai Dengan Alquran Dan sabda nabi, Mari kita Ambil Dan selagi mengajak Untuk menyebah Alloh tidak mengajak mempersekutukan Mari kita terima Tidak Peduli itu Dari kelompok atau golongan Manapun namun sebalik jika mengajak untuk mempersekutukan Allah dan menyelisihi Rosull Mari kita Tolak.

Intinya riwayat-riwayat dari ulama-ulama manapun yang tidak sesuai Mari kita tolak, dan Mari kita bersuci tangan dari mereka. Dan Perlu kita ketahui semua Imam yang 4 Hanafi, Safi’i, Maliki, Hambali dan Imam lainnya dan Syaikh Binbas, Syaikh Abdul bin Wahab, Syaikh Ibnu Taimiah , Syaikh Utsaimin, Syaikh Albani Dan lainnya, dan ulama-ulama terdahulu mereka bukan Nabi, mereka bukan penerima Wahyu mereka adalah Ahli Fiqih, Periwayat Hadist, Penafsir dll. Jangan di taqlid-i. (Namun bukan berarti mengingkari mereka). Mereka juga Manusia seperti kita yg tidak Luput dari salah dan dosa.

Dilarang taqlid : Taqlid bisa mematikan kriativitas ketajaman hati dan ketajaman pikiran. Kecuali Berdasarkan dalil dan alasan yang kuat. taqlid tidak boleh yang boleh i’tiba’. itibak pun tidak harus nyampek taqlid buta. dan menonjolkan diri, seperti mengklaim bermanhaj, dan bermajab.

comments

Populer Posts