Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ مُ عَلَيْكُمْ

Nasihat imam syafi’ii ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yaitu :
1. kecerdasan
2. semangat
3. sungguh-sungguh
4. berkecukupan
5. bersahabat (belajar) dengan ustadz
6. membutuhkan waktu yang lama.

Yang harus di garis bawahi berkecukupun. (Kalau tidak berkecukupan Bisa belajar sendiri entah itu melalui membaca Buku, Membaca melalui internet Seperti di Web, Blog, dan Mengikuti kajian-kajian dari berbagai Ustad di  jejaring sosial dsbt.

Dan sebelum membaca yg saya maksut diatas, utamakan hobiin membaca terutama membaca AL Qur’an yang ada terjemahannya dan maknanya, baru setelah itu menuju membaca buku-buku hadits, Fiqih, tafsir dari berbagai Riwayat, membaca Buku-buku keagamaan Dari berbagai pemahaman dan membaca buku-buku pengetahuan lainnya, dan Hobiin juga mendengarkan Tausiah- tausiah atau Ceramah-ceramah dari berbagai Ustad dari berbagai Islam Golongan atau Ormas Islam maupun kelompok biar tidak Fanatik buta dan Taqlid buta. Dan hobiin juga mendengar Dakwah Agama perbandingan. Seperti Islam vs Kristen, islam vs hindu dan seterusnya. 
Biar pengetahuan dan wawasan luas.

Tidak seperti kebanyakan Umat islam/mayoritas orang mendengar dakwah/ceramah hanya di saat tertentu, seperti ketika ada acara maulid dan sejenisnya itupun Yg di dengar ceramah Ustad yg nglawak, mereka jika yg Ceramah tidak nglawak mereka tidak tertarik, Ustad yg dakwahnya tegas, ilmiah, berdasarkan dalil malah mereka tidak suka.

Dan mendengar dakwah tidak harus di pengajian majelis Ta’lim yg anda datangin saja. tapi Jika tidak Bisa datang langsung ke majelis ta’lim karena sesuatu hal atau Uzur maka anda bisa dengarkan dakwah itu melalui  Mp3, Mp4, Dari berbagai Radio dakwah, Tv dakwah, dan yutube. Dan perlu anda ketahui, bagi anda yg punya banyak waktu dan di berikan harta lebih, sudah pasti anda tidak terikat oleh kerjaan, anda bisa mengikuti pengajian di majelis ta’lim langsung. Namun anda jangan hanya fokus belajar di majelis yg anda ikuti saja atau yg di ajarkan oleh kiay anda saja, silahkan belajar atau menggali ilmu pengetahuan yg di luar yg di ajarkan oleh kuay anda juga. Jika anda menutup diri, tidak punya rasa ingin tau pengetahuan yg di luar yg ajarkan guru anda. Maka wawasan dan pengetahuan anda tidak akan berkembang yg ada anda akan di buat taqlid buta dan fanatik buta. Akhirnya anda beragama hanya akan berprinsip yg penting mengikuti apa kata kiay anda gak peduli pemahaman guru/kiay anda menyelisihi sariat islam atau tidak yg penting ngikut..

Seorang guru dengan murid, Murid harus lebih cerdas dari gurunya, kenapa? Karena pada umumnya guru/kiay ngandalin taqlid buta, Namun murid bisa mencerna dan menyaring lagi pemahaman sang kiay atau guru tersebut, dan semua itu tidak akan anda dapati selama anda ngandalin taqlid buta dan fanatik buta, tidak hobi menggali ilmu dr berbagai sumber, tidak mau menerjang dan melawan arus balik pemahaman yg menyimpang, tidak mau mencari jati diri dan tidak mau berusaha mencari dan mengejar hidayah Allah. Maka selama itu anda akan di perbudak Bid’ah/kesesatan yg tiada ketara, atau selama itu anda akan di perbudak pembodohan.

Ilmu pengetahuan agama tidak harus di dapat dari ustad yang anda ikuti di majlis ta’lim maupun dari tempat anda mondok atau dari ustad yang di Taqlid-i dan anda fens, Tapi ilmu agama itu bisa kita dapet dari berbagai golongan islam manapun itu sumbernya.

Tapi Intinya kita harus bisa dan pandai-pandai mencerna dan menyaring dengan akal jernih bukan dengan akal plintiran untuk menilai mana yang baik dengan yang benar (HAK).

Jangan seperti kebanyakan orang bilang gini :
Belajar tanpa Guru bisa tersesat, belajar Qur’an tanpa guru bisa nyasar, belajar sendiri gurunya setan, belajar sendiri gurunya google, nah ini kata-kata yang sering di ucapkan oleh orang yg fanatik buta dan taqlid buta Dan iri dengki dlln. alias orang2 yang sedang membodohin diri dan orang2 munafik alias maling teriak maling.

Kebanyakan atau mayoritas orang hanya pasrah dengan pengetahuannya yg di dapat dari Gurunya saja. Tidak mau mencoba dan berusaha menggali ilmu di luar yg di ajari gurunya. Itulah yg membuat Taqlid buta dan fanatik buta dan Wawasan tidak berkembang.


Banyak saya jumpai Ust yg Taqlid buta. dalam ceramahnya Ustad tersebut mengatakan : belajar Qur’an sendiri bisa tersesat dan nyasar Akhirnya makin membuat banyak orang-orang putus asa akhirnya Qur’annya hanya buat pajangan untuk hiasan di sekitar ruangan rumahnya, baca Qur’an jadi malas, paling pol baca qur’an Baca surath yasin yang di kususkan di setiap malam jum’at. Tanpa di takut-takuti untuk belajar sendiri saja maayarakat sudah banyak yg takut belajar sendiri, Apalagi malah di tambahi di takut-takuti. Padahal Alqur’an itu gudang mencari ilmu.


Intinya Belajar itu bisa dari mana saja dan ilmu itu bisa kita dapat dari manapun saja mengenai dalam memahami itu tergantung kepada diri kita/anda masing-masing kita di beri akal dan di beri pedoman Alquran, dengan akal kita bisa mencerna dan memahaminya. Yg baik dengan yang tidak baik, dan yg benar/hak dengan yg tidak.


Dan Yang saya maksut “kita harus pandai mencerna mana yang baik dan mana yang benar”.

Yaitu : Contoh jika kiay atau ustad atau da’i tersebut mengajak atau mendakwahkan untuk mengajak kebid’ahan atau kebatilan jangan kita ikuti tapi kita jadikan untuk menambah wawasan kita dan untuk di jadikan untuk mempertajam dalam memilih mana yg baik dengan mana yang tidak.

Kalau yang diikuti/ disimak/ di dengarkan hanya satu kiay atau kiay yang di fens atau kiay dan ustad tertentu akibatnya kaya seperti kebanyakan Orang di masyarakat dan di sebagian kaum muslim pengikut Ormas islam atau pengikut islam golongan Terutama Nu kebanyakan mereka 99% Taqlid buta dan fanatik buta semua. Dan sebagian yang ngaku Salafi juga fanatik buta.


Insiatip tulisan ini memang kelihatannya hanya sepele mungkin pengaturan dalam kata2 nya kurang pas, namun sebenarnya manfaatnya sangat besar, silahkan di kembangkan lagi untuk di jadikan Motivasi.

comments

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
tags: