7 Safar 1440 H

Nu maling teriak maling

Kategori Kritikan
Di lihat 209 kali

Hits: 34

Di dalam partai juga ada kiay/atau ustadnya, yang tidak jauh bedanya seperti halnya ormas islam yang biasa mayoritas sebut dengan sebutan wadah.

Tidak sedikit saya jumpai antara para pendukung dan pengikut partai dan organisasi tersebut memutar balikkan fakta. Bisa di katakan maling teriak maling.

Contoh, mereka menuduh si A memusuhi si B, padahal sejatinya yang memusihi yang menuduh.

Islam golongan/ormas islam saat ini sangatlah banyak, Siapa yang merasa paling benar diantara ormas-ormas islam tersebut, namun sejatinya paling menyesatkan! Jawabannya adalah ormas Nu.

Nu lah sebenernya yang paling memandang sebelah mata ormas islam/golongan lainnya. Mungkin di antara pembaca akan menuduh saya benci dengan Nu dan tidak punya akhlaq dan etika bicara. Silahkan, memang yang saya ucapkan itu kenyataannya.

Perhatikan kata-kata “yang paling” berarti tidak memvonis, pembaca jangan gagal paham.

Namun ironisnya rata-rata pengikut-pengikut nya tersebut maling teriak maling. Apa yang saya ucapkan ini memang kenyataan, Karena hanya Nu lah yang paling mengklaim Aswaja.

Namun sejatinya paling menyimpang sendiri dari Aswaja sendiri. Bisa di bilang paling menyesatkan secara Alus atau tiada ketara. Mungkin yang nereka maksut Aswaja itu= Asli warisan jawa/jahilyah kali.🙏

Semua orang umat islam mata dan hatinya sudah tertutup dari kebenaran yang hak/yang murni Sesuai dalam dua petunjuk yang di tetapkan Allah dan Rosulnya, mereka lebih memilih kebenaran yang Semu, Yaitu hasil karya manusia biasa, bahkan karya-karyanya di jadikan tandingan kitab suci Al-Qur’an dan berhasil di taqlid-i 99% umat islam Sehingga hasilnya menganggap Nu itu baik dan tidak menyesatkan, Karena keyakinan-keyakinan semu ini atau hasil karya manusia yang di taqlid dan di fanatikki ini di bawakan oleh mayoritas ulama-ulama Nu.

Inilah akibat taqlid buta, bahkan (Mui) yang di jadikan ketua di dalam ormas islam pun ikut taqlid buta dan berpihak kepada Nu dan dalam kuasa Nu.

Saya sebagai orang yang berprinsip Netral dan cukup islam tidak ikut islam golongan= ormas islam, sexte, salafi dan lainnya. Karena sejatinya dalam Qur’an di sebutkan pendiri golongan adalah pemecah belah umat islam karena karena menyebabkan taqlid dan fanatik, dan mempertajam dan memperuncing perbedaan.

Mungkin pembaca akan gagal paham membaca tulisan ini. Di sini saya mengatakan Salafi pun saya anggap masuk ke kategori islam golongan.

Ingat selagi umat islam itu berprinsip netral cukup islam berpedoman sesuai dalam dua petunjuk dan tidak fanatik dan taqlid buta saya pastikan itu tidak ikut kelompok atau golongan.

Saya bisa memahami betul mana diantara ormas islam yang sudah di resmikan Mui tersebut yang paling menyesatkan dengan yang tidak. Andaikan di dunia ini ada dua golongan, Nu dan Ldii. Dan saya di suruh memilih. Dan tidak ada jalan lain selain harus mrmilih salah satunya diantara dua golongan tersebut maka saya akan memilih golongan Ldii.😊 Namun saya tidak akan mengikuti ketuanya.

Kesimpulannya di dalam setiap Ormas islam, Sexte tidak semuanya pengikutnya ikut tersesat diantara mereka ada yang beriman dan bertakwa dan berjalan di jalan yang hak/sesuai dengan apa yang di perintah kan Allah dan Rosulnya, mereka ada yang menyadari, dan mengingkari nya. di dalam hati.

comments

tags:

Populer Posts