Hits: 121

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla yang telah mengatur alam ini sedemikian rupa sehingga tertata rapi, namun manusialah yang merubah tatanan menjadi porak poranda, baik dalam kehidupan manusia maupun alam semesta.

Salam dan salawat semoga selalu dilimpahkan kepada teladan utama dalam pergaulan yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , keluarga, Sahabat beliau dan para pengikutnya yang baik hingga hari kiamat kelak.

Pendiri golongan adalah Pemecah Belah Umat islam yang sebenernya.

Allah Berfirman dalam Qur’an mengenai Wajibnya Berpegang teguh kepada Tali Allah yaitu Al-Quran dan Tidak Bolehnya Bercerai Berai atau membuat Sekte/Aliran/Ormas islam. (Apapun namanya dalam Qur’an semuanya di sebut golongan). Pemecah belah Agama Islam karena Setiap golongan menghasil tafsir sendiri-sendiri yang tujuannya tiada lain selain memperuncing dan mempertajam perbedaan.

Allah berfirman:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (Ali Imran 3:103).

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Nabi Muhammad Saw) kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (Al-anam 6:159)

Memang benar Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi nomor 171, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda:
Ummatku akan terbagi menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah golongan apakah itu. Kemudian beliau menjawab, Al-Quran dan Sunnah.

Itu semua merupakan prediksi bahwasanya umat islam akan terpecah belah menjadi 73 golongan, bukan disuruh untuk membuat golongan, tetapi yang kita lihat sekarang orang berlomba-lomba membuat golongan dan mereka merekrut sebanyak mungkin jemaah, dan, lebih lanjut mereka merasa bangga dengan golongannya dan merasa yanng paling benar bahkan ada yang sampai mengkafirkan yang lain. naudzubillahimindalik.

Allah berfirman:
Dengan kembali bertaubat kepadanya dan bertakwalah kepadanya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (Ar-Rum 30 ayat 31-32).

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu. (Al-muminun 23: 53-54).

Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkannya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakinya dan memberi petunjuk kepada (agama)nya orang yang kembali (kepadanya). (Asy-Syura 13).

Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu. (Asy-Syura:14).

Secara sadar atau tidak dimanfaatkan oleh Ulama/ Ajengan/Ustadz/Kiay/Imam dan kita mengikuti tanpa proses mengkroscek kebenaran sehingga banyak yang tersesat.

Dan apa bila kita baca ayat sebelum al-muminun 52,
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepadaku.

Dan Ar-rum 30,
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Jadi yang harus kita ikuti agama yang satu, agama yang lurus…
dan label yang paling benar kita sandang adalah muslim. karena allah menyebut kita seperti itu, bukan nama-nama yang dibuat oleh manusia dengan maksud/dalih menghormati atau mengagungkan ulama tertentu… tidak kurang dari 17 ayat dalam berbagai surat Allah Swt menyebut kita muslim.

Siapakah Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam? beliau adalah muslim
Disebutkan dalam al-Qur’an Surah Ali Imron ayat 52 bahwa Isa as atau Yesus Alaihissalam adalah seorang Muslim.

Kemudian, di Surah Ali Imron ayat 67, Al Qur’an mengatakan bahwa Ibrahim Alaihissalam bukanlah seorang Yahudi atau Nasrani melainkan seorang Muslim.

Surat fushilat 33 Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri (Muslim).

Surat Ali Imron ayat 64
Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka:
Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) (Muslim).

Dalil-dalil Allah SWT menyebut kita muslim ali imran 3: 67 dan 3 : 52 dan al hajj 22 : 78, fusilat 41 : 33 dawah , zumur 39:12 Qul muslim ali imran 3:64, al baqarah 2:136, al anbiya :21:108, Al-qasas 28:53, al-ankabut 29:46
An nisa 4:159.

Dalam surat an-nisa ayat 59.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Berhubung sekarang banyak ulama berlainan pendapat kita kembalikan kepada Allah dan rasul…. dan itu yang terbaik…. bagaimana caranya “BACALAH”
Apabila anda sudah berada dalam suatu golongan atau yang belum.. yang paling utama bacalah karena wahyu pertama nabi muhammad SAW adalah BACALAH (IQRA), selama sesuai dengan al-quran dan hadits ikuti, tetapi apabila tidak tinggalkan, memang benar psikologi manusia meyakini apa yang dia yakini, mereka mengikuti apa yang dia anut/percaya, Oleh sebab itu tingkatkanlah selalu iman dan takwa kita mudah2an allah menunjukan selalu jalan yang lurus, jalan yang diridhoi bukan jelan yang sesat dan jalan yang dimurkai dan Kalian Tidak akan tersesat selama kalian berpegang pada Al-quran Dan Sunnahku (Hadits kuat bersumber dari qur’an).

Allah Ta’ala berfirman :
Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah. (QS. Al Imran: 103)

Allah Ta’ala berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (QS. Al-An’am: 159)

Ibnu Jarir At-Thobari rahimahullah berkata : Orang yang tersesat mereka meninggalkan agamanya dan sungguh partai dan golongan telah memecah belah agama yang diridhoi Alloh untuk para hambanya, sehingga sebagian menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi. Inilah yang dinamakan perpecahan, mereka bergolong-golongan tidak mau bersatu, mereka mengerti agama yang benar, akan tetapi meninggalkannya dan memecah-belah. (Tafsir At-Thobari 8/78)

Syaikhul Islam berkata: Dan tidak boleh seorangpun membuat undang-undang yang dia menyenangi orang atau memusuhinya dengan dasar peraturannya, bukan peraturan yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah 20/164)

Dr. Zakir Naik berkata: bahwa hukum membuat kelompok hukumnya HARAM, inilah yang membuat nama-nama islam berbeda, namun nama yang sesungguhnya adalah muslim. Ulama’ manapun yang menyampaikan Al Qur’an dan Hadits shahih maka ikutilah. (Selengkapnya anda bisa melihat video penjelasan beliau)

Dwiwap.com berkata: Dilarang berkelompok dan bergolangan dan sejenisnya karena menyebabkan Taqlid buta dan Fanatik buta, alasan apapun tujuan mendirikan kelompok atau golongan sejatinya orang tersebut tetapkah pemecah belah umat islam, karena dengan mendirikan Kelompok dan golongan akan makin mempertajam perbedaan, karena pada umumnya setiap kelompok dan golongan merasa bangga dengan golongannya dan pemahaman masing-masing, maka dari itu untuk menghindari semua itu marilah kita ke kembali ke islam saja yang sesuai dengan dua petunjuk yaitu Qur’an dan hadits yg ada sumbernya dari Al-Qur’an.

ORANG-ORANG YANG MEMBUAT GOLONGAN-GOLONGAN DALAM ISLAM PASTI ORANG-ORANG PANDAI (TOKOH-TOKOH ISLAM) BUKAN ORANG AWAM.

AYAT-AYAT ALLAH TENTANG LARANGAN MEMBUAT GOLONGAN-GOLONGAN DALAM ISLAM SUDAH JELAS.

JADI YANG MENGAJAK MENDUSTAKAN AYAT-AYAT ALLAH ADALAH ORANG-ORANG PINTAR (TOKOH-TOKOH ISLAM) BUKAN ORANG AWAM ?

MASIH PERCAYAKAH DENGAN TOKOH-TOKOH ISLAM SEPERTI ITU ?

comments

tags:

Populer Posts