7 Safar 1440 H

Hits: 55

Setan Diikat Di Bulan Ramadhan, Mengapa Masih Ada maksiat?

Suasana maksiat masih sangat terasa di bulan Ramadhan. Tidak hanya di lingkungan, termasuk diri kita sendiri, untuk menghindari maksiat, terasa masih sangat susah.

Sementara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa ketika datang Ramadhan, setan2 diikat.

Apakah berarti hadis ini sudah tidak berlaku? Atau hadisnya tidak benar?

Berikut ini hadisnya:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079).

Dalam lafazh lain disebutkan,

Jika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat dibukan, pintu-pintu Jahannam ditutup dan setan-setan pun diikat dengan rantai. (HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079).

Selanjutnya, kita kembali ke pertanyaan di atas. Mengapa masih ada maksiat, jika setan telah diikat?

Jawaban dari saya Melalui QS
Yang artinya sebagai berikut:

Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia . Rajanya manusia. Sembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) Setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia. (Surat an Naas: 1-6).

Demikianlah Kami menjadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin,sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS Al-An‘am 6: 112).

Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah.
(Al-Mujadalah 19).

Ayat di atas menunjukkan bahwa setan bukan hanya dari Golongan jin tapi dari Golongan manusia juga. Jadi sudah lumrah jika di bulan Ramadhan setan sudah di ikat namun kemaksiatan masih saja ada, terutama maksiat dalam Hati seperti menahan marah, menahan ego, hasat, iri, dengki, gibah, sombong dan sejenisnya.

Dan bisa jadi ini sifat yang di tanamkan setan dari golongan jin kepada setan dari golongan manusia. Supaya setan dari Golongan manusia mengembangkannya.

Jawaban yang saya ini beda dari mayoritas pemahaman umat muslim pada umumnya, bukan berarti saya mengingkari pendapat ulama-ulama salaf terdahulu.

Intinya yang lebih penting adalah kita berupaya untuk menghindari maksiat sebisa yang kita lakukan. Agar puasa kita semakin berkualitas.

Wallahu a’lam

(Fatwa Dwiwap.com)

comments

tags:

Populer Posts