7 Safar 1440 H

Umat islam yg menghalalkan yang haram

Kategori Kritikan
Di lihat 555 kali

Hits: 47

Assalmualaikum…

Umat islam yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal mayoritas islam ktp, munafik, musrik dan dan sebagian mereka mengikuti ulama/ustad Suu atau Ust yang condong mengutamakan kitab yang tidak suci, lebih mengutamakan kitab buatan manusia dari pada kitab Alqur’an, mereka jadikan kitab-kitab/buku buatan manusia seolah-olah kitab tandingan Alqur’an. Inilah pembodohan yang saat ini terjadi.

Seharusnya kitab-kitab, buku-buku dan fatwa-fatwa para ulama di jadikan untuk memahami islam, bamun ini mereka jadikan hukum, seolah-olah itu hukum Allah padalah telah jelas, Allah menyuruh mengikuti ulama dan jika ada perbedaan suruh mengembalikan kepada Allah dan rosulnya. Namun kenyataan dan ironisnya malah mereka kembalikan ke apa kata manusia. Mereka tarok dimana kecerdasan mereka?

Contoh menghalalkan yg haram,
1. menghalalkan rokok.
2. Menghalalkan Bid,ah/kesesatan yang tiada ketara.
3. Menghalalkan pacaran.
4. Mengharamkan memelihara anjing dan menajiskan.
5. Menghalalkan semua nyanyian dan musik, tidak peduli nyanyian dan musik tersebut mengajak kedalam kesesatan atau tidak. Namun menurut saya selagi nyanyian yang di iringi musik tersebut condong untuk meningkatkan iman dan takwa maka tidak apa-apa di dengar, intinya selagi nyanyian tersebut mengajak mengingat Allah, mengingat mati dan sejenisnya maka tidak apa-apa di dengar, namun hanya berlaku ketika tidak ada yang lain yang di dengar selain nyanyian tersebut, namun jika ada pilihan lain yang lebih bermanfaat dalam hape/radio/televisi yang ingin anda ada putar seperti ceramah/murattal ples terjemah dan tilawah maka tinggalkan nyanyian-nyanyian tersebut. Utamakan yang mendengar yang ada perintahnya tersebut.

Saya tidak menghalalkan musik. Mendengar musik atau nyanyian yang di bolehkan yang saya maksut diatas harus tau aturan, tempat dan kondisi/keadaan. Tidak boleh di nyanyi-nyanyi di masjid, mushola, sudah teriak-teriak tidak jelas, lagunyapun tidak sedikitpun nuntuk mengajak mendekatkan kepada Allah, Yang ada malah mengganggu Orang yang mau sholat sunah, orang mau sholat sunnah mereka jadi tidak kosentrasi, karena mendengar nyanyian-nyanyian tersebut.

Begitulah saat ini yang telah terjadi di dalam masyarakat yang mayoritas Pengikut golongan Nu. Itu semua akibat beragama hanya bermodal taqlid buta. Yang penting ngikut/mengikuti. Yang ahli bidahnya mebghalalkan total musik/byanyian, yang mengklaim salafi memvonia mebgharamkan total.

Selama nyanyian tersebut mengajak mengingat Allah, mengingat mati, mengingat atas nikmat2 Allah, dan sejenisnya itu tidak haram.
Contoh nyanyian Obat hati, sepohon kayu, bermata tapi tak melihat dan sejenisnya. Semua itu tdk haram.

Nyanyian haram. Itu benar seluruh ulama terdahulu yg berpegang teguh dengan dua pentunjuk sepakat mengharamkan, namun nyanyian/musik seperti apa dulu yg di haramkan… Tidak boleh asal mengharamkan… Atau memvonis haram..

Untuk bisa memahami apa yg sy maksut saratnya mudah kluar dr fanatik manhaz atau ulama ini_itu, cukup menjadi muslim saja, selama fanatik buta terhadap ulama ini dan itu dan mengklaim sy salafi atau sy bermanhaj salap atau sy bermazab ini dan itu selama itu juga pemikiran akan di perbudak wawasan dan pengetahuan sebatas katanya2 yg tidak berkembang.

Bersambung..

comments

tags:

Populer Posts